Pesawat Trigana Air Berjenis ATR-42/300 Jatuh Antara Jayapura ke Oksibil dan Menewaskan 49 Penumpang

Jayapura, SUARA KAIDO -- Pesawat Trigana Air berjenis ATR-42/300 dengan nomor penerbangan IL-267 jurusan Jayapura-Oksibil hilang kontak pada pukul 14.55 WIT.

KNPB PRD Timika Akan Selenggarakan Pameran Lintas Bangsa

Timika, SUARA KAIDO -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Mimika serukan akan selenggarakan Pameran Lintas Bangsa (PLB)

Persipura Ajukan Gugatan Clash Action Terhadap Menpora

Jakarta, SUARA KAIDO. Klub profesional sekelas Persipura Jayapura harus gagal tampil di ajang bergensi tingkat asia yakni AFC CUP .

SOLIDARITAS UNTUK PENGUNGSI ROHINGYA

Sydney (Australia), SUARA KAIDO, Pada tanggal 7 Juni 2015,Indonesian Solidarity.

Perpanjangan Izin Operasional PT.Freeport Rawan Penyelundupan Hukum

Jakarta,SUARA KAIDO. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengkritisi perubahan status perizinan PT Freeport Indonesia sebagai sebuah bentuk penyelundupan hukum

Selasa, 16 Agustus 2016

HUJAN DERAS MENGGUYUR TANGERANG SELATAN



TANGERANG, Hujan besar kembali mengguyur kota tangerang selatan pada hari selasa 16 Agustus 2016 . Hujan deras ini mengakibatkan arus lalu lintas menjadi macet. Beruntung sebab daerah tangerang selatan telah di buat draise yang bagus sehingga banjir dapat di atasi. Hujan deras ini juga berakibat pada terganggunya aktivas masyarakat yang sedang bekerja.

Walau hujan ada sebagian anak kecil yang meraup ketungan dengan menyediakan payung bagi meraka yang hendak berjalan. Hujan ini juga tentunya dapat menghilangkan polusi udara. Disisilan juga memberikan kehidupan pada tanaman taman kota yang menghias sepanjang jalan.

Khusus bagi pengguna kendaraan roda dua agar berhati- hati sebab dapat beresiko kecelakaan dengan kondisi jalan yang licin. Sebab sesuai dengan moto berlalu lintas bahwa keselamatan nomor satu.

 (Marthen Yeimo)

Minggu, 06 September 2015

Peserta Pra-PON Papua Harus Lebih Fokus Dalam Mempersiapkan Diri Menuju PON XIX 2016 di Jawa Barat

Pra-PON 2015
Jakarta, SUARA KAIDO-- Pra-PON yang dilaksanakan oleh PB.Pasi dibidang atletik menampilkan 39 cabang olahraga. Pra-PON ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 1 September hingga 5 September 2015 di Stadion Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta timur. Pada Pra-PON ini mengikutsertakan Atlet Junior dan Senior.

Yulian Bidabi Yeimo selaku Atlet dibidang olahraga Lempar Lembing mengakatakan kepada Suara Kaido Bahwa tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah:
- Sebagai Patokan untuk masa depan
- merupakan ajang seleksi
- untuk memantapkan diri menuju PON XIX Jawa Barat
- agar potensi yang ada dapat dikembang serta dilihat oleh masyarakat nasional dan Internasonal, sekaligus untuk membawa nama baik daerah.

Kompetisi ini dibuat oleh PB.Pasi secara sistematis dan terjadwal dengan baik. Pra-PON ini sendiri dimulai dengan Nomor lomba 20 KM. Target Pada Pra-PON kali ini adalah untuk menetukan lolos limit yang ditentukan agar bisa tampil di PON XIX Jawa Barat.

Ulrick Lattumahina selaku penasihat Pengprov Pasi Papua setelah melihat penampilan para Atlet ia bangga sebab sebanyak 14 orang yang telah lolos dan siap ikut PON XIX Jawa barat 2016 mendatang. tetapi Ulrick menilai jumlah anggota 14 orang yang lolos itu jumlahnya masih sedikit, sebab yang dilombahkan ada 39 cabang olahraga. seharus anak-anak harus latihan lebih fokus dan ikuti petunjuk dari pelatih dengan baik.

sebab Pemerintah Provinsi Papua melalui Gubernur Lukas Enembe Telah memberikan dana yang lebih besar dan terbesar dari semua provinsi lain diseluruh Indonesia.  sehingga seharusnya anak-anak harus tampil jauh lebih baik, karena dengan merahi juara maka akan diberikan bonus yang cukup Besar oleh Pemerintah Provinsi Papua. 

Lebih Lanjut Ulrick memintah bahwa anak-anak Papua harus lebih rajin dan disiplin dan buktikan kemampuan kalian dan jangan buat orang Papua Malu. demikian, Uajarnya.

Marthen Yeimo/SK

Minggu, 23 Agustus 2015

Harapan Ferdinand Dogopia Sebagai Ketua Sanggar Emawa Kabupaten Paniai

Foto: Ferdinanad Dogopia SE

Jakarta, SUARA KAIDO -- Pemilik sanggar Emawa Ferdinand Dogopia sangar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Paniai agar lebih serius memberikan dukungan terhadap pengembangan kesenian yang bermotif kebudayan Suku Mee.Melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata agar membuat sebuah program yang bersifat keberlanjutan. hal ini diungkapkan kepada Suara kaido pada hari Sabtu 22 Agustus di wisma Matoa Jakarta.

Menurutnya untuk saat ini dikabupaten Paniai peralatannya masih dibilang belum lengkap, dan sumber-sumber yang dapat dipercaya mengenai budaya suku Mee pun harus digali. pencarian kebudayaa suku Mee harus melalui wawancara atau kumpul bersama dengan orang tua dikampung yang benar-banar mengerti budaya. Tindakan tersebut harus dilakukan sekarang, sebab jika tidak, maka orang tua yang kita harapkan sebagai sumber, karena usia yang tua maka akan meninggal. Hal ini tentu kita tidak bisa dapat sumber informasi budaya yang sebenarnya.

Lebih Lanjut, Dogopia berharap kepada Ketua Dewan adat Paniai agar membangun kordinasi kepada Pemerintah daerah untuk membicarakan hal ini. budaya perluh dipagari dengan aturan agar orang lain tidak lagi mencuri hasil budaya yang kita hasilkan. Agar semua itu tersecapai maka dilakukan masyawara adat secara menyeluruh yang sifatnya dan dapat dirasakan oleh masyarakat dan Pemerintah.

Jadi harapan Kedepannya yakni: Pertama, Dewan Adat Paniai harus berperan aktif dalam hal membicarakan hasil-hasil berkaitan pembangunan sanggar yang lebih baik. Kedua, agar nilai budaya dapat dipertahankan, maka harus ada proteksi dan pemberdayaan masyarakat yang baik oleh Pemerintah daera paniai. Ketiga, kebuadayaan yang ada perluh di kreasikan agar dapat menarik masyarakat lain diluar.

Marthen Yeimo (SK)

 



Kabupaten Paniai Berpartisipasi Dalam Tari Parade Nusantara Ke-34 Se-Indonesia

Peserta Tari Kabuapten Paniai/SK


Jakarta, SUARA KAIDO -- Kabupaten Paniai mewakili Provinsi Papua mengikuti " Tari Parade Nusantara", acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu 22 Agustus 2015 di Gedung Pertunjukan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

acara ini di ikuti oleh seluruh peserta yang mewakili setiap Provinsi di seluruh Indonesia. sesuai dengan Pantauan Suara Kaido acara ini berjalan sangat seru dan meriah. adapun berbagai gerakan yang dipertunjukan dalam acara ini. diantara semua pertunjukan yang paling unik adalah dari Paniai yang memwakili Provinsi Papua.

banyak penonton yang berdatangan mulai dari penduduk Indonesia sendiri hingga penduduk Asing ( Bule). dari sekian banyak penonton yang datang, ternyata orang bule lebih suku budaya Papua sebab kata mereka budaya Papua itu unik, sehingga banyak yang minta foto bersama.

Ferdinand Dogopia,selaku ketua tari sekaligus ketua sanggar "EMAWA" mengatakan dirinya sangat bangga sebab dapat berpartisipasi dan juga dapat mewakili Tanah Papua untuk berkreasi disini.sebab dengan acara ini orang dapat melihat tarian suku Mee yang menghibur banyak orang dan yang lebih penting kreasi baru yang inovatif tanpa menghilang keaslian budaya.

lebih lanjut Dogopia sangat bangga kepada rekan-rekannya yang telah bekerja keras sehingga dapat memberikan pertunjukan yang terbaik diatas panggung ini.tak lupa ia juga berterima kasih kepada Dinas Kebudayaab Dan Pariwisata Kabupaten Paniai yang telah lobih hingga dapat tampil di event nasional. kalau bisa kami juga ingin tampil di event Internasional kedepannya, demikian ujarnya.

Marthen Yeimo (SK)

Selasa, 18 Agustus 2015

KNPB PRD Timika Akan Selenggarakan Pameran Lintas Bangsa

KNPB PRD TIMIKA
 Timika, SUARA KAIDO -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Mimika serukan akan selenggarakan Pameran Lintas Bangsa (PLB), terkait dengan pertama Menolak awal rancangan pemusnahan bagi Bangsa Papua pada tanggal 15 Agustus 1962. Kedua, Menyatakan bahwa Papua bukan Indonesia dan Indonesia bukan Papua sesuai Deklarasi Negara RI 17 Agustus 1945. Dan ketiga Mendukung Pimpinan PIF yang mendukung dalam 3 (tiga) isu utama bagi Bangsa Papua.

Hal tersebut, disampaikan dalam seruan aksi pameran lintas bangsa,dalam seruan panitia kordinator lapangan Sem Ukago, menyatakan bahwa beberapa hari lalu kita mengaksikan dan memperingati awal rancangan pembunuhan bagi bangsa Papua yaitu lahirnya Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang menjadi panduan pelaksanaan Pepera 1969. genap 53 tahun Indonesia menginvasi Papua, merupakan bukti nyata konspirasi internasional yang membawa malapetaka ke Tanah Papua.

“Kami tidak akan berdiam diri dan akan terus melawan sampai Indonesia kembali ke tanah asal mereka. Papua bukan Indonesia dan Indonesia bukan Papua. Kita tetap berbeda sampai kapanpun.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan sejarah itu tidak ada orang Papua Barat yang terlibat atau menyatakan sikap untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945.

Papua Barat dalam kemerdekaan Indonesia dinyatakan oleh Mohammad Hatta dalam pertemuan antara wakil-wakil Indonesia dan penguasa perang Jepang di Saigon Vietnam, tanggal 12 Agustus 1945. Saat itu Mohammad Hatta menegaskan bahwa "bangsa Papua adalah ras Negroid, bangsa Melanesia, maka biarlah bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri”.

Sementara Soekarno mengemukakan bahwa bangsa Papua masih primitive sehingga tidak perlu dikaitkan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal yang sama pernah dikemukakan Hatta dalam salah satu persidangan BPUPKI bulan Juli 1945. Ketika Indonesia diproklamasikan, daerah Indonesia yang masuk dalam proklamasi tersebut adalah Indonesia yang masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda, yaitu “Dari Sabang Sampai Amboina”.

Tidak termasuk kekuasaan Nederland Nieuw-Guinea (Papua Barat). Karena itu pernyataan berdirinya Negara Indonesia adalah Negara Indonesia yang batas kekuasaan wilayahnya dari Sabang sampai Amboina tanpa Papua Barat.

Kemudian Ketua Parlemen Rakyat Daerah Mimika, Abihut Degei, juga membenarkan dan mendukung kegiatan pameran lintas bangsa tersebut. pada minggu (16/08/2015).

lanjut Abihut, dalam kegiatan nanti kita akan melakukan pameran diantaranya yaitu, pameran stiker, pameran anyaman noken asli, pameran gelang, pameran kalung, penjualan CD-DVD perjuangan papua, penjualan makanan ringan, pentas karoke lagu-lagu Papua, tambahnya.

Untuk pelaksanan kegiatan pameran lintas bangsa akan diselenggarakan pada kamis 20 Agustus 2015, tempat kantor PRD/KNPB wilayah Bomberay Timika, Papua
.
 Daud/SK

Minggu, 16 Agustus 2015

Pesawat Trigana Air Berjenis ATR-42/300 Jatuh Antara Jayapura ke Oksibil dan Menewaskan 49 Penumpang

Pesawat Trigana Air

Jayapura, SUARA KAIDO -- Pesawat Trigana Air berjenis ATR-42/300 dengan nomor penerbangan IL-267 jurusan Jayapura-Oksibil hilang kontak pada pukul 14.55 WIT.

Pesawat itu membawa sebanyak 49 penumpang, terdiri dari 44 dewasa, tiga anak-anak, dan dua bayi. Pesawat dipiloti Kapten Hasanudin, kopilot Aryadin, mekanik Mario, serta pramugari Ika dan Dita.

Berikut kronologis hilangnya pesawat bernomor registrasi PK-YRN itu:

- Pukul 14.22 WIT pesawat take off dari Bandara Sentani, Jayapura, Papua, tujuan Oksibil dengan ETA oksibil 15.04 WIT.
- Pukul 15.00 WIT tower Bandara Oksibil menghubungi pesawat, namun tidak ada jawaban.
- Pukul 15.30 WIT, pesawat ATR PK YRR yang dipiloti Agus terbang menuju lokasi sekitar hilangnya kontak pesawat.
- Pukul 17.25 WIT pesawat PK-YRR mendarat di Bandara Sentani tanpa hasil karena cuaca di daerah Abmisibil sudah gelap.

Hilang kontak pesawat terjadi saat pesawat diperkirakan berada di sekitar Ambisibil-Bape. Di Bandara Oksibil tidak ada Stasiun Meteorologi, sehingga cuaca hanya bisa disampaikan visual lewat orang yang bertugas di menara bandara itu.

"Saat ini sedang dilaksanakan koordinasi dan persiapan oleh personel Basarnas Kabupaten Jayapura untuk proses evakuasi esok hari," kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, J.A. Barata.

Berikut daftar nama pengawak dan penumpang pesawat Trigana Air berjenis ATR-42/300 dengan nomor IL 257 yang hilang di oksibil Papua:

Lima kru pesawat:
Pilot: Hasanudin
Kopilot: Ariadin F
Tehnik. : Mario
Pramugari : Ika N
Dita A

Penumpang:
1. Endah Mustika sari Mrs
2. La boni Mr:
3. Yulita Kalakmabin mrs
4. Manuella Uropmabin miss
5. Markus Kalakmabin mr
6. Oskar Mangonto me
7. Menakem Mote me
8. Yosia Mote me
9. Agustinus Luarmase mr
10. Dewa Putu Raka mr
11. MN Aragae mr
12.Yustinus Hurulean mr
13. La ode M mr
14. Wa Ode Suriana mrs
15. Yohanis Kiabra mr
16. Yunus Setamanggi mr
17. Supriyani mrs
18. Pariem mrs
19. Ardono/Hikmad mr
20. Yundriadi mrs
21. Susilo mr,
22. Utopdana Hosea mr.
23. Asirun mr,
24. Amran mstr
25. Musvia mrs
26. Wengdepen Bamulki mr
27. Esap Aruman mr
28. Piter mr
29. Surya mr
30. Thenus Babingga mr
31. Natikonop Ireneus mr
32. Marusaha Sitorus mr
33. Armaita ms
34. Epi Ardi mrs
35. Eki Kimki mr
36. Kepi Deal mr
37. Petrus Tekege mr
38. Kasipmabin Engel Bertus mr
39. Milka Kakyarmabin mrs
40. Ewelin Uropmabin. Mr
41. Theo Stiben Kalakmabin mr
42. Yusran mr
43. Egenio Dilam. Ms
44. Emilia Gobay mrs.
45. Ronald Dilam mr
46. Alimdam Yawan mr
47. Methodius DK mstr
48. Marselino dk mstr
49. Valerin mstr

Penerbangan seharusnya ditempuh 55 menit dari Jayapura menuju Oksibil. Pesawat tersebut berangkat dari Jayapura pukul 14.22 WIT. Perkiraan mendarat di Oksibil pukul 15.15 WIT.

Humas Kantor SAR Jayapura, Papua, Yadi membenarkan pesawat Trigana Air hilang kontak. "Saya sudah hubungi ATT Oksibil dan bandara perintis di sana, tapi belum ada informasi keberadaan pesawat itu.

Oksibil adalah ibu kota Pegunungan Bintang Papua. Ini merupakan kota kecil yang sejuk dan dingin dan terletak di ketinggian sekitar 1.400 meter dari permukaaan laut.
(UWA/SK)